Sejarah Penciptaan Asuransi
Sejarah Penciptaan Asuransi | Asuransi17, Sebelum mengelupas pembahasan asuransi dengan lebih mendalam, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu sejarah atau asal mula asalnya asuransi itu sendiri.
Dahulu kala, sebelum penggunaan uang sebagai alat atau simbol dan sarana jual beli Exchange, barter adalah sistem yang digunakan oleh banyak negara di seluruh dunia. Di era itu, ada kesepakatan untuk saling melengkapi dan membantu. Bila satu orang atau keluarga terkena dampaknya, maka pihak lain yang telah terikat pada kesepakatan atau perjanjian akan membantu untuk membantu membangun kembali, atau juga menyediakan hal-hal yang merasa perlu untuk menderita bencana.
Dari sistem gotong royong, maka mereka berkembang menjadi lebih terorganisir dan terstruktur. Dalam peradaban kuno atau berabad-abad SM, orang Cina dan Babilonia sudah menggunakan metode semacam itu sebagai salah satu jenis usaha. Metode dan sistem akhirnya banyak meniru beberapa kelompok etnis di dunia dan Persia akhirnya mengembangkannya lebih jauh. Sebenarnya sistem ini juga digunakan sebagai salah satu kesepakatan di dunia maritim oleh pelaut Athena. Bangsa Yunani dan Romawi mulai menggunakan metode asuransi kuno ini sekitar 600 SM.
Sejarah Penciptaan Asuransi | Asuransi17
Dilanjutkan dari apa yang digunakan oleh pelaut Athena, di Genoa pada tahun 1347, kerjasama kontrak dan perlindungan serupa dengan yang digunakan di industri asuransi mulai dibuat dan digunakan. Buku tentang kesepakatan kontrak akhirnya dicetak dan memiliki dasar hukum tetap sejak tahun 1552.
Akibat pecahnya Kebakaran Besar di London pada tahun 1666 dan mengakibatkan pembakaran ludes lebih dari 13 ribu rumah di Inggris Raya, maka pada tahun 1668, di sebuah rumah kopi London berdiri Londonsebagai cikal bakal asuransi Lloyd yang konvensional dan terus menjadi berkembang sampai sekarang
Di era yang maju seperti sekarang, asuransi merupakan salah satu jenis bisnis yang dapat memberikan perlindungan finansial dan jaminan pelimpahan risiko atau pengalihan risiko dari tertanggung (konsumen) ke Penanggung (perusahaan asuransi) dengan janji jabatan Khusus (polis ) serta pertanggungan asuransi dan pembayaran premi dalam jangka waktu tertentu.
Di Indonesia saja, perusahaan asuransi mulai masuk sejak penjajahan Belanda. Penerapan asuransi pada saat itu adalah untuk melindungi sisi keuangan perusahaan di sektor perkebunan dan perdagangan. Jenis produk asuransi saat itu hanya terbatas proteksi risiko kebakaran dan transportasi saja. Sayangnya, bisnis asuransi di Indonesia sempat vakum pada saat invasi Jepang ke Indonesia.
Karena kendaraan bermotor masih sangat langka dan hanya digunakan oleh beberapa orang, maka asuransi kendaraan bermotor belum berperan dalam pendudukan. Uniknya, dalam pendudukan Belanda, tak tercatat satu perusahaan asuransi di Indonesia yang mengalamin kerugian.
Setelah Indonesia merdeka dan Perang Dunia II berakhir, industri asuransi di Indonesia tetap dikuasai oleh perusahaan asing, terutama dari Belanda dan Inggris. Bataviasche Verzekerings Unie (BVU) adalah salah satu asuransi buatan Belanda terbesar yang ada di Indonesia dan didirikan pada tahun 1946. BVU memperkenalkan sebuah sistem kegiatan asuransi secara kolektif yang membuat masing-masing anggotanya mendapatkan bagian dari penutupan asuransi.
Pada tahun 1950, NV. Pelayan Asuransi Indonesia adalah perusahaan asuransi pertama di negara yang menangani kerugian yang mapan. Perusahaan asuransi yang satu ini bersaing dengan perusahaan asuransi asing di berbagai sektor, seperti modal hingga masalah teknis.
3 tahun setelah General Reinsurance, PT Amerika Serikat didirikan untuk menangani masalah reasuransi Belanda dan Inggris di Indonesia karena penggunaan valuta asing untuk membayar premi reasuransi di luar negeri masih tetap tinggi. Pada tahun 1963, jenis usaha General Reasuransi PT Amerika Serikat diperluas untuk memunculkan produk reasuransi.
Kemudian setelah General Reasuransi COMPANY, PT Amerika Serikat tampil, begitu banyak perusahaan asuransi lain di Tanah Air. Sayangnya perkembangannya masih terhambat oleh adanya asuransi swasta-milik asing yang masih ada di Amerika pada saat itu. Sejak saat itu Indonesia berhasil mengembalikan Irian Barat ke dalam dunia ibu bumi, sehingga pemerintah melakukan nasionalisasi perusahaan milik Belanda, yang mana menjadikannya perusahaan asuransi yang didirikan pada tahun 1845 dengan nama De Nederlanden Van ke PT Asuransi Jiwa Sraya. atau NV Assurantie Nederlandern De Maatshappij dan Bloom Vander EE ke PT Asuransi Bendasraya. Bahkan akhirnya, PT Asuransi Bendasraya melebur menjadi satu dengan PT International General Underwriter (PT UIU) yang bergerak dalam asuransi valuta asing ke PT Asuransi Jasa Indonesia atau le
Kemudian setelah General Reasuransi COMPANY, PT Indonesia tampil, begitu banyak perusahaan asuransi lainnya di Tanah Air. Sayangnya perkembangannya masih terhambat oleh adanya asuransi swasta milik asing yang masih ada di Indonesia saat itu. Sejak saat itu Indonesia berhasil mengembalikan Irian Barat ke dalam dunia ibu bumi, sehingga pemerintah melakukan nasionalisasi perusahaan milik Belanda, yang mana menjadikannya perusahaan asuransi yang didirikan pada tahun 1845 dengan nama De Nederlanden Van ke PT Asuransi Jiwa Sraya. atau NV Assurantie Nederlandern De Maatshappij dan Bloom Vander EE ke PT Asuransi Bendasraya. Bahkan akhirnya, PT Asuransi Bendasraya melebur menjadi satu dengan PT International General Underwriter (PT.
Saat ini, semakin banyak perusahaan seperti asuransi Indonesia asli Sinar Mas, Pelindung Himalaya, ACA, dan lainnya, serta perusahaan asuransi yang berbasis di luar negeri, dan melakukan joint venture (JV) dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia seperti Prudential, Allianz, Generali, QBE, 'Jepang, AXA, Fairfax, dan masih banyak lagi.
Setiap perusahaan asuransi memiliki kemampuan yang berbeda dalam menutup risiko. Jadi untuk kapasitas perusahaan asuransi terbatas pada risiko besar, mereka menanggung risiko ke perusahaan asuransi lain (co-insurance), atau untuk berbagi perusahaan khusus untuk itu yaitu perusahaan reasuransi.
Selain itu bermacam-macam produknya, sehingga terkadang membuat orang yang masih terbaring bingung.

0 comments:
Post a Comment